Thursday, July 19, 2018

Tips Mengubah Kebiasaan Anak


Selain asupan dari makanan utama, kita juga perlu memberikan cemilan sehat untuk anak. Banyaknya kegiatan anak, mulai dari berguru sampai bermain dengan sahabat-temannya, membuat ia memerlukan porsi makanan yang cakap menyediakan asupan tenaga yang cukup.

Makanan sehat untuk anak perlu disiapkan agar memberikan bahan bakar yang cukup bagi mereka menjalani kegiatan yang padat. Berkat cemilan sehat, tingkat tenaga dan fokus bisa konsisten terjaga. Selain itu, konsumsi camilan sehat untuk anak juga bisa memberikan gizi tambahan untuk mempertimbangkan peralatan gizi yang didapatkan oleh Biasanya Kecil.

Kecil, anak-anak menyukai cemilan yang didominasi oleh kandungan lemak, gula, dan garam. Untuk mengalihkan kegemaran anak dari tipe cemilan semacam itu, orang tua patut melaksanakannya secara berjenjang.

Perubahan secara berjenjang ini akan mempermudah anak, dan juga Anda sendiri, dalam mengubah kulturnya. Tujuannya yakni agar anak bisa merasakan perubahan tanpa mereka sadari. Mulailah dengan mengendalikan asupan cemilan untuk anak, misalnya menjadi cuma dua kali sehari, pagi satu dan petang satu.

Jangan lupa untuk mengawasi jumlah makanan ringan yang dikonsumsi. -anak lazimnya menyukai coklat yang mengandung banyak lemak dan gula. Oleh karena itu, usahakan agar mereka tak terlalu banyak mengonsumsi cemilan tipe ini.  berusia di bawah 10 tahun tak direkomendasikan mengonsumsi lebih dari 24 gram gula dalam sehari. Di samping cemilan, berikan minuman yang kecuali cakap menghilangkan haus, melainkan juga konsisten menyehatkan. Anda bisa memberikan air mineral atau susu rendah lemak untuk kedua fungsi hal yang demikian.

Thursday, July 12, 2018

Tes HIV Dan Hal-Hal Penting Yang Ada Di Dalamnya


Percobaan HIV yaitu prosedur pemeriksaan yang dikerjakan untuk mendeteksi infeksi HIV pada tubuh pasien. Dengan terdeteksinya HIV, kecuali bermanfaat bagi dirinya sendiri, individu hal yang demikian juga dapat lebih berhati-hati agar tak menyebarkan HIV kepada orang lain.

Ada dua sistem dalam percobaan HIV, yaitu percobaan HIV yang memeriksa antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respon kepada infeksi HIV, dan percobaan HIV yang memeriksa keberadaan virus hal yang demikian dalam tubuh. Percobaan HIV memiliki beberapa fungsi penting antara lain untuk mencegah penyebaran HIV, mendeteksi infeksi HIV semenjak dini, serta mendeteksi darah, produk darah, atau organ dari pendonor sebelum diberikan kepada pasien lain. Dengan deteksi semenjak dini, karenanya pengobatan menjadi lebih kencang, serta risiko penularan virus dapat diturunkan.


Percobaan HIV terdiri atas bermacam ragam dan tak ada percobaan HIV yang total. Karena itu, terkadang perlu dikerjakan beberapa percobaan atau pengulangan kepada percobaan untuk menentukan diagnosis.

Ada tiga ragam utama percobaan HIV, antara lain:

Percobaan antibodi, yaitu ragam pemeriksaan untuk mendeteksi antibodi HIV dalam darah. Antibodi HIV yaitu protein yang diproduksi tubuh sebagai respon kepada infeksi HIV. Percobaan antibodi terdiri atas beberapa ragam, antara lain:

·         ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). ELISA yaitu percobaan HIV yang lazimnya diaplikasikan sebagai langkah awal untuk mendeteksi antibodi HIV. Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah diberikan antigen HIV. Berikutnya, enzim akan dimasukkan ke dalam wadah hal yang demikian untuk mempercepat respon kimia antara darah dan antigen. Sekiranya darah mengandung antibodi HIV, karenanya darah akan mengikat antigen hal yang demikian di dalam wadah.
·         IFA (immunofluorescene antibody assay). Percobaan yang dikerjakan dengan menerapkan pewarna fluoresens untuk mengidentifikasi keberadaan antibodi HIV. Pengamatan dikerjakan dengan bantuan mikroskop beresolusi tinggi. Percobaan ini lazimnya diaplikasikan untuk mengonfirmasi hasil percobaan ELISA.
·         Western Blot. Percobaan yang dikerjakan dengan menerapkan sistem pemisahan protein antibodi yang diekstrak dari sel darah. Sebelumnya, percobaan ini juga diaplikasikan untuk mengonfirmasi hasil percobaan ELISA, melainkan ketika ini Western Blot telah jarang diaplikasikan sebagai percobaan HIV.
·         Percobaan PCR (polymerase chain reaction). Percobaan yang diaplikasikan untuk mendeteksi RNA atau DNA HIV dalam darah. Percobaan PCR dikerjakan dengan sistem memperbanyak DNA via respon enzim. Percobaan PCR dapat dikerjakan untuk menentukan keberadaan virus HIV ketika hasil percobaan antibodi masih diragukan.
·         Percobaan kombinasi antibodi-antigen (Ab-Ag test). Percobaan yang dikerjakan untuk mendeteksi antigen HIV yang dikenal dengan p24 dan antibodi HIV-1 atau HIV-2. Dengan mengidentifikasi antigen p24, karenanya keberadaan virus HIV dapat terdeteksi semenjak dini sebelum antibodi HIV diproduksi dalam tubuh. Tubuh lazimnya membutuhkan waktu 2-6 pekan untuk memproduksi antigen dan antibodi sebagai respon kepada infeksi.

Perdarahan dapat terjadi pada pasien HIV dengan gangguan pembekuan darah. Konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin dan warfarin, sebelum prosedur pengambilan darah akan meningkatkan risiko perdarahan. Segera hubungi dokter bila mengalami situasi ini.

Wednesday, July 4, 2018

Cara Mencegah Bayi Baru Lahir Begadang Semalaman


Bunda yang baru melahirkan, jangan terkejut jikalau bayi baru lahir dapat membikin jam tidur tidak teratur, malah begadang semalaman. Jikalau Bunda sebelumnya terbiasa tidur lelap semalaman, karenanya kini semestinya meniru pola tidur bayi yang sering bangun 2-3 jam sekali untuk menyusu. Tentu hal ini betul-betul melelahkan. Tapi, ada kok kiat untuk melatih bayi tidur lebih teratur.

Sebenarnya pola tidur bayi baru lahir yang belum teratur merupakan hal normal karena bayi sedang membiasakan diri dengan dunia baru di luar rahim ibunya. Biasanya pola tidur seperti ini terjadi di 1-2 bulan pertama. Setelah bayi umur 3 bulan ke atas, jam tidur bayi akan menjadi lebih teratur meniru pola tidur orang dewasa seiring perkembangan otaknya.


Tips Melatih Pola Tidur Bayi
Melatih pola tidur bayi agar lebih teratur dapat dilaksanakan lebih awal, merupakan sesudah umur bayi satu bulan. Kecuali bermanfaat untuk bayi, tentu hal ini juga dapat menolong Bunda memperoleh istirahat yang cukup. Demikian cara-cara yang dapat dilaksanakan:

Membikin catatan
Mencatat tradisi tidur bayi tiap-tiap hari mungkin dapat menolong Bunda untuk merencanakan jadwalnya. Contohnya jikalau dia mulai lapar lagi di sekitar jam 11 pagi, Bunda dapat bersiap-siap sebelumnya. Sebaliknya, Bunda juga dapat mencoba mengontrol jadwal dari sisi Bunda. Contohnya jikalau Bunda ingin bayi telah tidur pada pukul 7 malam, berarti Bunda perlu mengontrol waktu makan 2-3 jam sebelumnya, Itu juga jam dikala dia mandi, serta aktivitas lainnya. Rutinitas yang dilaksanakan, lama kelamaan dapat membentuk jadwal karena terbiasa.

Kenali pedoman bayi telah mengantuk
Bunda dapat mencermati pedoman-pedoman bayi telah mengantuk, seperti: tidak ingin memandang Bunda, mengusap mata, menguap, dan rewel. Jikalau Bunda memandang pedoman-pedoman ini, langsung tempatkan bayi di tempat tidurnya. Jangan menunggu sampai dia terlalu lelah. Memasuki hanya akan membuatnya makin sulit tidur dan rewel.

Membedakan siang dan malam
Bunda perlu menentukan bahwa siang merupakan waktunya aktif, dan malam waktunya istirahat. Setelah petang dan malam hari, biarkan sinar dalam ruangan menjadi sedikit remang untuk mengurangi stimulan, atau matikan volume TV. Sebaliknya, pada pagi dan siang hari, Bunda dapat mengajak bayi untuk aktif lewat stimulan dan permainan. Dengan cara ini, bayi akan belajar kapan saatnya untuk tidur dan kapan saatnya untuk bermain.

Setelah 2 bulan, bayi tidak perlu dibangunkan untuk menyusu
Di umur 0-2 bulan, bayi sebaiknya tidak diperbolehkan tidak menyusu sampai lebih dari 4 jam.  sesudah umur 2 bulan, bayi perlu menemukan dan membentuk pola tidurnya sendiri secara natural. Jadi jikalau di umur 2 bulan ke atas berat badannya normal, Bunda tidak perlu membangunkannya di jam-jam tertentu untuk menyusu. Dengan begitu, dia terbiasa tidak bangun di malam hari.

Jadwal bayi di tiap-tiap keluarga tentu saja berbeda layak situasi dan tradisi keluarga itu. Yang perlu diingat, Bunda perlu fleksibel dengan perubahan jadwal seiring pertambahan usianya. Terlalu terpaku pada jadwal dan bagaimana semestinya aktivitas berjalan, dapat membikin frustasi. Apalagi bayi terus berkembang dan selalu punya tradisi baru. Di sisi lain, jadwal tertentu memang semestinya dilaksanakan tepat waktu. Apalagi jikalau Bunda kembali bekerja dan bayi perlu dibawa ke tempat penitipan buah hati atau daycare, karenanya dia semestinya telah semestinya siap di jam yang sama tiap-tiap harinya.

Nah, agar Bunda juga memperoleh manfaat dari tradisi waktu tidur ini, sedapat mungkin Bunda juga istirahat dikala bayi tidur. Hal ini penting agar Bunda tidak kelelahan. Jadi kini tidak perlu khawatir begadang semalaman lagi ya, Bunda. Yuk, lakukan kiat di atas untuk melatih pola tidur bayi baru lahir agar lebih teratur.

Tips dan Kenali Apa Itu Fluoroskopi

Fluoroskopi yakni sebuah cara pemeriksaan sinar-X untuk menjadikan gambar bersekuel menyerupai video. Metode ini diaplikasikan untuk me...