Thursday, July 12, 2018

Tes HIV Dan Hal-Hal Penting Yang Ada Di Dalamnya


Percobaan HIV yaitu prosedur pemeriksaan yang dikerjakan untuk mendeteksi infeksi HIV pada tubuh pasien. Dengan terdeteksinya HIV, kecuali bermanfaat bagi dirinya sendiri, individu hal yang demikian juga dapat lebih berhati-hati agar tak menyebarkan HIV kepada orang lain.

Ada dua sistem dalam percobaan HIV, yaitu percobaan HIV yang memeriksa antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respon kepada infeksi HIV, dan percobaan HIV yang memeriksa keberadaan virus hal yang demikian dalam tubuh. Percobaan HIV memiliki beberapa fungsi penting antara lain untuk mencegah penyebaran HIV, mendeteksi infeksi HIV semenjak dini, serta mendeteksi darah, produk darah, atau organ dari pendonor sebelum diberikan kepada pasien lain. Dengan deteksi semenjak dini, karenanya pengobatan menjadi lebih kencang, serta risiko penularan virus dapat diturunkan.


Percobaan HIV terdiri atas bermacam ragam dan tak ada percobaan HIV yang total. Karena itu, terkadang perlu dikerjakan beberapa percobaan atau pengulangan kepada percobaan untuk menentukan diagnosis.

Ada tiga ragam utama percobaan HIV, antara lain:

Percobaan antibodi, yaitu ragam pemeriksaan untuk mendeteksi antibodi HIV dalam darah. Antibodi HIV yaitu protein yang diproduksi tubuh sebagai respon kepada infeksi HIV. Percobaan antibodi terdiri atas beberapa ragam, antara lain:

·         ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). ELISA yaitu percobaan HIV yang lazimnya diaplikasikan sebagai langkah awal untuk mendeteksi antibodi HIV. Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah diberikan antigen HIV. Berikutnya, enzim akan dimasukkan ke dalam wadah hal yang demikian untuk mempercepat respon kimia antara darah dan antigen. Sekiranya darah mengandung antibodi HIV, karenanya darah akan mengikat antigen hal yang demikian di dalam wadah.
·         IFA (immunofluorescene antibody assay). Percobaan yang dikerjakan dengan menerapkan pewarna fluoresens untuk mengidentifikasi keberadaan antibodi HIV. Pengamatan dikerjakan dengan bantuan mikroskop beresolusi tinggi. Percobaan ini lazimnya diaplikasikan untuk mengonfirmasi hasil percobaan ELISA.
·         Western Blot. Percobaan yang dikerjakan dengan menerapkan sistem pemisahan protein antibodi yang diekstrak dari sel darah. Sebelumnya, percobaan ini juga diaplikasikan untuk mengonfirmasi hasil percobaan ELISA, melainkan ketika ini Western Blot telah jarang diaplikasikan sebagai percobaan HIV.
·         Percobaan PCR (polymerase chain reaction). Percobaan yang diaplikasikan untuk mendeteksi RNA atau DNA HIV dalam darah. Percobaan PCR dikerjakan dengan sistem memperbanyak DNA via respon enzim. Percobaan PCR dapat dikerjakan untuk menentukan keberadaan virus HIV ketika hasil percobaan antibodi masih diragukan.
·         Percobaan kombinasi antibodi-antigen (Ab-Ag test). Percobaan yang dikerjakan untuk mendeteksi antigen HIV yang dikenal dengan p24 dan antibodi HIV-1 atau HIV-2. Dengan mengidentifikasi antigen p24, karenanya keberadaan virus HIV dapat terdeteksi semenjak dini sebelum antibodi HIV diproduksi dalam tubuh. Tubuh lazimnya membutuhkan waktu 2-6 pekan untuk memproduksi antigen dan antibodi sebagai respon kepada infeksi.

Perdarahan dapat terjadi pada pasien HIV dengan gangguan pembekuan darah. Konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin dan warfarin, sebelum prosedur pengambilan darah akan meningkatkan risiko perdarahan. Segera hubungi dokter bila mengalami situasi ini.

No comments:

Post a Comment

Tips dan Kenali Apa Itu Fluoroskopi

Fluoroskopi yakni sebuah cara pemeriksaan sinar-X untuk menjadikan gambar bersekuel menyerupai video. Metode ini diaplikasikan untuk me...